Selasa, 09 Juni 2009

SAATNYA HONEY MOON KEDUA





Sebetulnya bulan madu kedua tidak beda halnya dengan yang pertama. Fungsinya sama, yaitu melekatkan hubungan suami-istri. Menurut psikolog Sani B. Hermawan, bulan madu kedua wajiba dilakukan pasangan suami-istri yang sudah mempunyai anak, terutama yang telah melewati pernikahan di atas 5 tahun. Aktivitas tersebut mampu mengembalikan situasi seperti awal menikah. Sayangnya, belum banyak pasangan suami-istri yang menyadari akan pentingnya bulan madu kedua ini. Mereka hanya terheran-heran, tak mengerti mengapa hubungan mereka berdua kian hambar dari waktu ke waktu.


< Secara psikologis, bulan madu kedua mampu memfokuskan pikiran suami dan Anda menjadi satu. Anda bisa berkomunikasi dengan suami tanpa gangguan anak-anak dan pekerjaan. “Pada saat berdua, perasaan jadi dihargai, diakui, dan dilayani. Aspek psikologi seperti ini mendasari hubungan menjadi lebih dekat,” sambung Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani ini.

Bulan madu juga harus berlangsung berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Yakinkan bahwa hal ini benar-benar penting untuk Anda dan pasangan. Sani menyarankan, agar bulan madu bisa dilakukan setiap tahun oleh pasangan suami-istri. Anda tidak harus berlibur ke tempat yang jauh dengan biaya yang mahal. Cukup dengan mengalokasikan waktu berkualitas antara Anda dan suami.

Awas gagal!
Walaupun bulan madu kedua indah, kita harus tetap hati-hati. Masalahnya, bagi pasangan tertentu bulan madu kedua malah memperuncing masalah. Sani menganggap kegagalan pasangan yang bermasalah sepulang bulan madu kedua disebabkan mereka sering kali lupa mengerjakan “PR” yang seharusnya diselesaikan selama dan sepulang bulan madu kedua. Pasangan biasanya terlalu yakin bahwa masalah secara otomatis akan sirna melalui bulan madu kedua. Padahal dalam membina rumah tangga, memelihara hubungan suami-istri tidak berjalan dengan sendirinya.

“Perlu ada kerja keras Anda berdua,” jelas Sani lagi. Artinya masalah yang muncul dalam perkawinan Anda tidak bisa lenyap begitu saja. Bulan madu kedua bukan untuk “melupakan” masalah bagi pasangan yang tengah bertengkar. “Justru itu ajang untuk menyelesaikan masalah. Di sana Anda dan suami bisa mengingat hal-hal indah yang pernah dilakukan bersama.”
Lakukan dengan pikiran jernih serta upayakan komunikasi dua arah. Jika suami lebih banyak bicara, maka Anda mendengarkan. Begitu pun sebaliknya, Anda harus menciptakan suasana kondusif agar suami mau terbuka dan menceritakan akar masalah yang tengah menerpa rumah tangga. Lakukanlah dengan kepala dingin, dan buanglah jauh-jauh emosi.

1. Cari tempat yang monumental, kalau bisa yang mempunyai sejarah tentang pertemuan Anda dan suami.
2. Jangan memilih tempat terlalu mahal dan jauh dari kota tempat Anda bermukim, agar bisa cepat pulang jika anak membutuhkan.
3. Kunjungi kembali warung atau restoran yang dulu sering jadi tempat kencan Anda saat pacaran.
4. Kenakan baju atau wewangian yang disukai suami Anda ketika masih pacaran.
5. Jangan lupa mengontak anak-anak setiap saat, karena bulan madu kedua bukan berarti melepas tanggung jawab sebagai orangtua.
Sumber : www.kompas.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar